SAHABATNEWS.ID, LUWU TIMUR – Program IBAS PUSPA di Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan berbagai capaian yang dinilai progresif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, (19/4/26).
Sejumlah program unggulan seperti beasiswa pendidikan, kartu lansia, pelatihan bahasa Mandarin, serta berbagai program pemberdayaan lainnya menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Dalam sektor pendidikan, program beasiswa menjadi salah satu capaian yang mendapat apresiasi luas. Mahasiswa menilai bahwa kebijakan ini telah memberikan peluang besar bagi generasi muda, khususnya dari kalangan kurang mampu, untuk mengakses pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas. Hal ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Di bidang sosial, implementasi kartu lansia juga dinilai sebagai langkah konkret dalam memberikan perlindungan dan perhatian kepada kelompok lanjut usia. Program ini membantu meringankan beban ekonomi lansia serta memastikan mereka mendapatkan akses terhadap layanan sosial yang lebih layak.
Sementara itu Adriasnyah Putra Juga mengapresiasi terkait dengan pelatihan bahasa Mandarin menjadi salah satu inovasi program yang dianggap relevan dengan perkembangan global dan kebutuhan dunia kerja, khususnya di daerah yang memiliki potensi investasi dan industri.
Mahasiswa menilai bahwa program ini dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal jika diimplementasikan secara konsisten dan terarah.
Selain itu, Adriansyah Putra Juga menilai berbagai program lainnya dalam IBAS PUSPA, seperti pelatihan keterampilan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kapasitas masyarakat desa, turut memberikan dampak positif dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Luwu Timur.
Dari perspektif Adriansyah Putra, capaian program IBAS PUSPA patut diapresiasi sebagai langkah maju dalam pembangunan daerah. Namun demikian, mahasiswa juga menekankan bahwa keberlanjutan dan pemerataan manfaat program harus menjadi perhatian utama.
Evaluasi berkala, transparansi anggaran, serta ketepatan sasaran menjadi kunci agar program-program tersebut benar-benar memberikan dampak yang optimal.
Adriansyah Putra juga mendorong agar pemerintah daerah terus melibatkan generasi muda dalam proses perencanaan dan pengawasan program.
Serta mengajak Partisipasi Mahasiswa Luwu Timur diyakini dapat memperkuat kualitas kebijakan serta memastikan program tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Sebagai penutup, Adriansyah Putra berharap agar berbagai prestasi yang telah dicapai melalui Program IBAS PUSPA tidak hanya menjadi capaian administratif, tetapi mampu terus berkembang menjadi gerakan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan di Kabupaten Luwu Timur serta menjadi Roll model di kabupaten lainnya terkhusus di Sulawesi Selatan.