SAHABATNEWS.ID, PALOPO — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Palopo kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi umat. Melalui program pendayagunaan zakat berbasis ekonomi kreatif digital, BAZNAS Kota Palopo resmi mencetak kreator zakat dari kalangan mustahiq, (21/1/25).
Melalui Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Irsal Hamid, BAZNAS Kota Palopo menyerahkan tiga paket bantuan alat konten kepada tiga mustahiq binaan yang telah dinyatakan lulus setelah mengikuti proses bimbingan, pembinaan, dan pelatihan intensif.
Program ini menjadi terobosan strategis dalam menjawab tantangan era digital, di mana mustahiq tidak lagi diposisikan semata sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai subjek perubahan, agen dakwah zakat, sekaligus pelaku ekonomi kreatif yang produktif.
Dalam penyampaiannya, Irsal Hamid menegaskan bahwa para penerima bantuan kini telah menjadi bagian dari keluarga besar BAZNAS Kota Palopo, dengan tanggung jawab moral untuk ikut menyuarakan nilai-nilai zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui konten-konten edukatif dan inspiratif.
“Kalian bukan hanya penerima bantuan, tetapi mitra strategis BAZNAS. Melalui karya konten, kalian akan menyampaikan pesan penting tentang zakat, infak, dan sedekah, sekaligus memperkenalkan BAZNAS sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan terpercaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irsal Hamid menjelaskan bahwa bantuan alat konten tersebut dirancang sebagai instrumen peningkatan pendapatan mustahiq. Selain untuk mendukung promosi usaha binaan, aktivitas kreator digital juga membuka peluang penghasilan baru yang berkelanjutan.
Dengan demikian, zakat tidak berhenti pada pola konsumtif, tetapi benar-benar menjadi daya ungkit kemandirian ekonomi.
Keberadaan kreator binaan ini juga diharapkan mampu memperkuat kinerja kelembagaan BAZNAS Kota Palopo, khususnya dalam menjawab keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Para kreator mustahiq akan dilibatkan dalam membangun kepercayaan publik serta mengedukasi masyarakat tentang tata kelola zakat yang berlandaskan tiga pilar utama BAZNAS, yakni AMAN Regulasi, AMAN Syar’i, dan AMAN NKRI.
Menutup penyampaiannya, Irsal Hamid mengapresiasi komitmen dan semangat para mustahiq binaan serta berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal dan penuh tanggung jawab.
“Insya Allah, dengan keberkahan zakat akan lahir perubahan besar. Dari mustahiq menjadi muzakki. Dari penerima menjadi pemberi. Inilah tujuan besar zakat,” pungkasnya penuh optimisme.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa BAZNAS Kota Palopo tidak sekadar menyalurkan zakat, tetapi membangun peradaban kemandirian, menyiapkan mustahiq menghadapi masa depan, dan meneguhkan zakat sebagai solusi strategis umat di era digital.