SAHABATNEWS.ID, MAKASSAR — Penataan pedagang kaki lima (PK5) di kawasan Tamalanrea Indah akhirnya menunjukkan hasil nyata. Setelah puluhan tahun menguasai fasilitas umum (fasum), para pedagang kini secara mandiri membongkar lapak-lapak yang selama ini berdiri di atas area publik, (12/5/26).
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penataan humanis yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Tamalanrea.
Pendekatan persuasif dan dialog langsung kepada para pedagang terbukti mampu membangun kesadaran bersama tanpa gesekan maupun tindakan represif.
Pembongkaran lapak dilakukan secara sukarela oleh para pedagang setelah serangkaian komunikasi intensif dilakukan pemerintah setempat.
Kawasan yang sebelumnya dipenuhi bangunan semi permanen kini mulai tertata dan kembali dapat difungsikan sebagaimana mestinya untuk kepentingan masyarakat umum.
Pemerintah Kecamatan Tamalanrea menegaskan bahwa penataan ini bukan semata-mata penertiban, melainkan upaya menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, bersih, dan tertib bagi seluruh warga.
“Pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan kemanusiaan. Kami hadir untuk berdialog, mencari solusi bersama, dan Alhamdulillah para pedagang memahami pentingnya menjaga fasilitas umum,” ujar pihak Kecamatan Tamalanrea.
Warga sekitar pun menyambut positif langkah tersebut. Selain membuat lingkungan terlihat lebih rapi, penataan PK5 dinilai mampu mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan maupun pejalan kaki.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penataan kota dapat dilakukan secara humanis dengan mengedepankan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pemkot Makassar berharap langkah serupa dapat menjadi contoh dalam menciptakan wajah kota yang lebih tertib, modern, dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.