Cari

Heboh Seleksi Paskibraka Sulsel, Cathlyn Gagal Lolos Diduga karena Bahasa Daerah

SAHABATNEWS.ID, MAKASSAR - Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Sulawesi Selatan menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Polemik muncul setelah nama Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar yang disebut sempat berada di posisi tiga besar calon wakil Sulsel ke Istana Negara, tiba-tiba tidak lagi masuk daftar akhir.

Posisi Cathlyn kemudian digantikan oleh siswi asal Jeneponto. Perubahan hasil seleksi itu memicu tanda tanya besar, terutama terkait transparansi proses penilaian yang dilakukan panitia dan tim seleksi tingkat provinsi.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Makassar, Muhammad Fahmi, mempertanyakan mekanisme penilaian yang dinilai tertutup.

“Selama ini kegiatan berlangsung terbuka di GOR Sudiang. Tapi saat penilaian dan pengumuman justru tertutup, bahkan disebut dilakukan dua kali,” ujar Fahmi saat dihubungi media, Senin (25/5/2026).

Menurut Fahmi, pihaknya tidak mempermasalahkan siapa yang lolos, namun publik berhak mengetahui indikator penilaian yang digunakan tim seleksi.

Ia juga menyoroti dugaan adanya penilaian kemampuan bahasa daerah yang disebut memengaruhi hasil akhir seleksi. Padahal, kata dia, Cathlyn memiliki kemampuan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin.

“Masa kalah karena tidak bisa bahasa daerah. Ini yang dipertanyakan, apakah bahasa daerah memang jadi indikator wajib?” katanya.

Isu ini semakin ramai setelah muncul dugaan adanya ketidaksesuaian indikator penilaian dengan standar dari Purna Paskibraka Indonesia pusat.

Di media sosial, warganet juga mempertanyakan alasan perubahan hasil seleksi yang dianggap mendadak.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membantah adanya diskriminasi maupun penggantian sepihak dalam proses seleksi. Pemprov menegaskan penilaian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur BPIP, TNI, Polri, DPPI, hingga Setmilpres.

Pihak Kesbangpol Sulsel menyebut penilaian mencakup wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris, keterampilan, hingga kepribadian peserta.

Meski tidak terpilih ke tingkat nasional, Cathlyn disebut tetap bertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Polemik ini pun berpotensi berlanjut ke DPRD Sulsel melalui agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna meminta penjelasan resmi terkait proses seleksi yang kini menuai sorotan publik.

Terkait: