Cari

Heboh! Warga Surati Kapolres Demi Pertahankan Ipda Ruslan

SAHABATNEWS.ID, PALOPO — Sosok Ipda Ruslan, anggota Polsek Wara, mendadak menjadi perhatian luas berkat dedikasinya yang dinilai luar biasa dalam melayani masyarakat, Senin (6/4/26).

Tak hanya menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, ia juga hadir sebagai solusi nyata bagi berbagai persoalan warga.

Namanya kini diusulkan sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2026, sebuah penghargaan bergengsi bagi anggota kepolisian berintegritas dan berdedikasi tinggi.

Yang mengejutkan, kecintaan masyarakat terhadap Ipda Ruslan begitu besar hingga warga secara kolektif pernah mengirim surat kepada Kapolres Palopo untuk menolak pemindahan dirinya dari wilayah tugas di Wara.

“Masyarakat menyurat agar beliau tetap bertugas di sini,” ungkap Ketua RT setempat, Muhammad Taufiq.

Di tengah berbagai persoalan sosial, Ipda Ruslan dikenal sebagai sosok yang selalu hadir di garis depan. Ia aktif menyelesaikan konflik antarwarga dengan pendekatan musyawarah, melibatkan tokoh masyarakat, Babinsa, dan aparat setempat.

Pendekatan damai yang ia lakukan terbukti efektif meredam pertikaian tanpa harus berujung pada proses hukum yang panjang.

Tak berhenti di situ, dedikasi Ruslan juga terlihat dari pengorbanan materi yang ia keluarkan secara pribadi.

Saat warga mengeluhkan masalah sampah, ia berinisiatif membeli motor bekas dan memperbaikinya dengan biaya sekitar Rp10 juta untuk dijadikan kendaraan pengangkut sampah di lingkungan tersebut.

Selain itu, ia juga menyediakan tenda gratis bagi warga yang membutuhkan untuk acara hajatan maupun kedukaan. Tenda tersebut dibeli dengan dana pribadi lebih dari Rp20 juta.

Bahkan, ia turut menyediakan perlengkapan pengurusan jenazah seperti kain kafan dan fasilitas lainnya semuanya tanpa biaya.

“Semua ini saya lakukan ikhlas untuk membantu masyarakat,” ujar Ipda Ruslan.

Ipda Ruslan juga merupakan bagian dari program Polisi Santri yang dijalankan Polda Sulawesi Selatan sejak 2016. Melalui peran ini, ia aktif memberikan pembinaan keagamaan, termasuk mengisi ceramah dan membimbing anak-anak agar menjauhi perilaku negatif.

Pendekatan religius ini dinilai efektif dalam membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.

Bagi warga Kelurahan Dangerakko, kehadiran Ipda Ruslan membawa dampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Ia dinilai bukan sekadar aparat, melainkan sosok pengayom yang benar-benar hadir dan peduli.

“Beliau seperti mewakafkan diri untuk masyarakat,” kata warga.

Atas berbagai dedikasinya, Ipda Ruslan telah menerima apresiasi dari pimpinan kepolisian daerah. Kini, melalui usulan Hoegeng Awards 2026, kiprahnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota kepolisian lainnya di seluruh Indonesia.

Di tengah tantangan institusi, sosok seperti Ipda Ruslan menjadi bukti bahwa pelayanan tulus dan inovasi nyata masih hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Terkait: