SAHABATNEWS.ID, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan terus memperkuat perannya sebagai rumah besar bagi nelayan melalui berbagai program pemberdayaan, perlindungan, dan pendampingan masyarakat pesisir, (10/7/26).
Di bawah kepemimpinan H. A.B. Mappaewa, HNSI Sulawesi Selatan berkomitmen menghadirkan organisasi yang semakin dekat dengan nelayan, responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan, serta mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Berbekal pengalaman sebagai pelaku usaha di bidang perikanan, H. A.B. Mappaewa membawa semangat kolaborasi dan pengabdian dalam mengembangkan organisasi.
Bagi HNSI Sulawesi Selatan, nelayan tidak hanya membutuhkan wadah berhimpun, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan, perlindungan dalam menjalankan profesinya, peningkatan kapasitas, serta akses yang lebih luas terhadap berbagai program dan peluang pengembangan usaha.
Sejalan dengan arah kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HNSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Laksamana TNI (Purn.) Sumardjono, HNSI Sulawesi Selatan terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan organisasi semakin solid, profesional, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada nelayan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam menjalankan roda organisasi, H. A.B. Mappaewa didampingi oleh Sekretaris DPD Ferdinan Wibisono dan Bendahara H. Soemarsono. Bersama seluruh jajaran pengurus, HNSI Sulawesi Selatan menjalankan berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat nelayan.
Pada bidang pemberdayaan, HNSI Sulawesi Selatan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia nelayan melalui pelatihan, pendidikan, dan sertifikasi kompetensi, termasuk fasilitasi Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan Sertifikat Keterampilan Kapal (SKK) 60 Mil.
Organisasi juga aktif melakukan pendampingan pengukuran kapal perikanan guna membantu nelayan memenuhi ketentuan administrasi dan mendukung legalitas usaha penangkapan ikan.
Pada bidang perlindungan, HNSI Sulawesi Selatan mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan nelayan saat melaut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendampingan penggunaan perangkat komunikasi di kapal nelayan, sehingga nelayan memiliki akses komunikasi yang lebih baik ketika berada di laut. Organisasi juga terus membangun sinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait untuk memperkuat perlindungan hukum dan keselamatan nelayan.
Melalui bidang pendampingan, HNSI Sulawesi Selatan hadir secara langsung di tengah masyarakat nelayan melalui kunjungan lapangan, edukasi, penguatan kelembagaan kelompok nelayan, pendampingan akses terhadap program pemerintah, serta pengawalan berbagai aspirasi yang dihimpun dari 23 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Sebagai bagian dari penguatan kemitraan, HNSI Sulawesi Selatan juga aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga, di antaranya Bank Indonesia, PT Perikanan Indonesia (Perindo), dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas nelayan, penguatan usaha perikanan, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan.
Perhatian HNSI Sulawesi Selatan tidak hanya tertuju kepada nelayan, tetapi juga kepada keluarga nelayan dan generasi penerus. Melalui berbagai program pemberdayaan perempuan nelayan, organisasi mendorong pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan dan rumput laut sebagai sumber peningkatan ekonomi keluarga pesisir.
Di sisi lain, pembentukan dan pembinaan Generasi Muda HNSI (GM HNSI) terus diperkuat sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi muda yang peduli, berintegritas, dan siap melanjutkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Penguatan organisasi juga terus dilakukan melalui pembinaan dan konsolidasi DPC HNSI di kabupaten dan kota agar pelayanan organisasi semakin efektif serta mampu menjangkau kebutuhan nelayan hingga ke wilayah pesisir dan kepulauan.
“HNSI harus menjadi rumah besar yang mampu menyatukan, melindungi, memberdayakan, dan mendampingi nelayan. Kami ingin organisasi ini hadir melalui kerja nyata, memperkuat kolaborasi, serta membuka lebih banyak peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Semangat Mali’ Siparappe, Rebba Sipatokkong, Malilu Sipakainge akan terus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian kami,” ujar H. A.B. Mappaewa.
Ke depan, HNSI Sulawesi Selatan akan terus memperkuat konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), memperluas kemitraan strategis, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi nelayan.
Dengan semangat “Nelayan Bersatu, Laut Lestari, Indonesia Sejahtera,” HNSI Sulawesi Selatan optimistis dapat terus menjadi rumah besar bagi nelayan, memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir, serta berkontribusi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan.