SAHABATNEWS.ID, JAKARTA — Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan alasan strategis Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah naungan Kementerian Agama, (21/1/25).
Kebijakan ini disebut sebagai langkah besar untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan teknologi berbasis masyarakat.
“Saat berbicara tentang pesantren, yang terlintas adalah kekuatan besar yang berakar kuat di tengah masyarakat,” ujar Gibran.
Saat ini terdapat lebih dari 42.000 pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri di seluruh Indonesia. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan representasi kekuatan sosial-ekonomi masa depan yang tumbuh dari tradisi panjang, nilai perjuangan, dan kemandirian.
"Pesantren telah melahirkan banyak tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, ulama besar, pemimpin umat, hingga entrepreneur yang menjadi penggerak ekonomi rakyat" tambahnya.
Di lingkungan pesantren, ilmu agama dan akhlak berjalan beriringan dengan keterampilan praktis yang menopang kemandirian, mulai dari sektor pertanian, peternakan, konveksi, hingga industri halal.
Salah satu contoh nyata adalah unit usaha Jitu Printing dari Pondok Pesantren Edi Mancoro di Semarang. Produk digital printing berkualitas yang dihasilkan bahkan digunakan oleh perusahaan di Belanda.
Fakta ini menjadi bukti bahwa pesantren memiliki kapasitas untuk menembus pasar internasional.
Di era transformasi digital yang berkembang pesat, pemerintah juga ingin pesantren menjadi pusat lahirnya talenta unggul di bidang teknologi.
Santri diharapkan mampu menguasai pertanian modern, peternakan modern, robotik, blockchain, hingga kecerdasan buatan (AI).
Pembentukan Ditjen Pesantren menjadi penegasan komitmen pemerintah untuk menghadirkan tata kelola yang lebih fokus, dukungan yang lebih kuat, serta akselerasi pengembangan pesantren agar semakin adaptif dan berdaya saing global.
Dengan kebijakan ini, pesantren tidak hanya menjadi penjaga nilai dan moral bangsa, tetapi juga motor penggerak inovasi dan ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan mandiri.