Cari

Kisah Haru! Bayi Lahir Tanpa Hidung dan Bermata Satu di Wawonii

SAHABATNEWS.ID, WAWONII — Media sosial tengah dihebohkan dengan kisah haru pasangan suami istri asal Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, yang harus menerima kenyataan pahit setelah bayi mereka lahir dengan kondisi medis sangat langka.

Bayi tersebut dilaporkan lahir di RSUD Kota Kendari pada Selasa, 19 Mei 2026, dengan kondisi tanpa hidung dan hanya memiliki satu mata. Sesaat setelah dilahirkan, sang bayi mengalami kesulitan bernapas akibat kelainan bawaan yang dideritanya.

Kisah ini viral dan memicu berbagai reaksi publik setelah beredar cerita personal sang ibu selama masa kehamilan. Dalam informasi yang beredar di media sosial, sang ibu mengaku sempat dihantui rasa bersalah setelah tanpa sengaja melukai seekor kucing karena emosi sesaat.

Peristiwa itu disebut terus membayangi pikirannya hingga terbawa ke dalam mimpi.
Namun demikian, dari sudut pandang medis, kondisi bayi tersebut tidak berkaitan dengan mitos maupun kejadian emosional yang dialami sang ibu.

Pihak keluarga sebenarnya telah mengetahui adanya kelainan pada janin sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Meski telah mendapat penjelasan mengenai kondisi calon buah hati mereka, pasangan tersebut memilih tetap mempertahankan kehamilan hingga proses persalinan.

Sayangnya, kondisi bayi yang sangat kritis membuat nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Bayi tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah bertahan hidup sekitar lima jam.

Secara medis, kondisi bayi lahir dengan satu mata dan tanpa hidung umumnya dikenal sebagai Cyclopia, yang merupakan bagian dari Holoprosencephaly. Kelainan kongenital langka ini terjadi akibat gangguan perkembangan otak depan dan struktur wajah pada fase awal kehamilan.

Dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut umumnya dipicu oleh faktor genetik atau gangguan perkembangan embrio, bukan akibat mitos, kutukan, maupun kejadian tertentu yang dialami ibu selama kehamilan.

Peristiwa ini pun mengundang simpati luas dari masyarakat dan menjadi pengingat pentingnya edukasi kesehatan terkait kelainan bawaan pada bayi.

Terkait: