Cari

Lakpesdam PWNU Sulsel: Calon Ketua PBNU Minimal Pernah Alami Asam Lambung

SAHABATNEWS.ID, MAKASSAR – Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Sulawesi Selatan, Abdul Karim, menyebut bahwa selain memiliki kapasitas spiritual dan intelektual, calon Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) idealnya adalah sosok yang pernah mengalami asam lambung anxiety atau GERD anxiety.

Hal tersebut disampaikan Abdul Karim saat berbincang dengan Tribun, Jumat (12/12/2025) malam.

Menurut Abdul Karim, GERD anxiety tidak semata-mata dapat dipahami sebagai gangguan medis, melainkan sebagai bentuk peringatan dari Sang Pencipta agar manusia lebih berhati-hati dalam bertindak.

“Orang yang pernah terpapar asam lambung anxiety biasanya lebih waspada. Rasa takutnya tinggi, sehingga lebih berhati-hati dalam bersikap dan mengambil keputusan,” ujarnya sambil menyeruput kopi herbal.

Ia menegaskan, pandangannya tersebut tidak didasari kepentingan politik atau dukungan terhadap figur tertentu. Pernyataan itu, kata dia, lahir dari keprihatinannya terhadap dinamika dan kisruh kepemimpinan di tubuh organisasi yang didirikan KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 tersebut.

Abdul Karim menilai, berbagai polemik yang mencuat belakangan ini tidak lepas dari lemahnya kontrol terhadap hasrat dan ambisi.

“GERD anxiety ini bisa menjadi pengerem atau pengendali. Karena jangankan berbuat salah, berbuat berlebihan saja orang yang pernah mengalaminya akan sangat waspada,” jelasnya.

Abdul Karim berpandangan bahwa rasa takut dan kecemasan justru merupakan unsur penting yang perlu dimiliki seorang pemimpin. Menurutnya, kepemimpinan tidak cukup hanya bertumpu pada keberanian.

“Keberanian yang berlebihan justru bisa membuat organisasi tidak berjalan sehat. Dalam situasi krusial, keputusan yang hanya didasari keberanian sering kali melahirkan masalah baru,” katanya.

Dengan adanya rasa takut dan kewaspadaan, lanjut Abdul Karim, seorang pemimpin akan lebih matang dan bijaksana dalam mengambil keputusan strategis.

Ia juga menyinggung kisruh PBNU yang terjadi belakangan ini sebagai contoh krisis kepemimpinan yang dipicu oleh hilangnya rasa takut, baik kepada ulama maupun kepada Tuhan.

“Seolah-olah mereka tidak lagi punya rasa takut. Jangankan kepada kiai, kepada Tuhan pun seakan tidak ada lagi rasa takut,” tegasnya.

Ketua Dewan Pengawas LAPAR Sulsel itu menambahkan, orang yang pernah mengalami asam lambung umumnya lebih memiliki sikap tawaduk atau rendah hati.

“Tawaduk adalah kesadaran bahwa semua nikmat berasal dari Allah. Dengan sikap ini, pemimpin akan lebih bersyukur dan hasrat duniawinya tidak lagi mendominasi,” ujar pria yang dikenal selalu bersarung tersebut.

Terkait: