SAHABATNEWS.ID, BONE - Menteri Agama Republik Indonesia KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang pulang kampung sekaligus menghadiri puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Bone (7/1/26).
Menteri Agama tiba di Bone didampingi sang istri, Helmi Halimatul Udhma, dan disambut langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam A. Asman di Rumah Jabatan Bupati Bone.
Turut hadir Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., beserta Wakil Ketua TP PKK Hj. Maya Damayanti A. Akmal.
Usai prosesi penyambutan, rombongan bergerak menuju Lapangan Merdeka, Kota Watampone, yang menjadi lokasi utama pelaksanaan puncak HAB. Sejak pagi hari, lapangan tersebut telah dipadati ribuan peserta, menciptakan suasana yang meriah dan khidmat.
Kabupaten Bone, yang merupakan kampung halaman Menteri Agama pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dipercaya menjadi tuan rumah puncak HAB Kemenag tingkat provinsi tahun ini.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40.000 peserta yang berasal dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bone.
Ia berharap peringatan Hari Amal Bakti dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Selain itu, Bupati juga menyoroti keterlibatan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan area kegiatan.

Menurutnya, kehadiran puluhan ribu peserta memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga prasejahtera.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada puluhan ribu tamu yang hadir di Bone. Kehadiran bapak dan ibu sekalian sangat membantu mendongkrak perekonomian UMKM di sekitar Lapangan Merdeka,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar mengaku bersyukur dapat melaksanakan peringatan Hari Amal Bakti di kampung halamannya.
“Alhamdulillah, yang selalu saya rindukan adalah keluarga besar Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bone, tempat kelahiran saya,” ujar Menteri Agama kelahiran Ujung, Kecamatan Dua Boccoe.
Ia menegaskan bahwa Hari Amal Bakti bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian, menumbuhkan toleransi, serta mempererat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan beragama.