SAHABATNEWS.ID, PALOPO - Penguatan kelembagaan, pengembangan kurikulum, dan orientasi pelayanan kesehatan masyarakat Toraja menjadi agenda penting dalam membangun Fakultas Kedokteran yang berkualitas dan berdaya saing.
Pengembangan Fakultas Kedokteran (FK) terus diarahkan pada penguatan visi, misi, dan kapasitas kelembagaan melalui komunikasi strategis dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Prof. Dr. Agustinus, M.Th., bersama Dr. dr. Heber Bombang Sapan, Sp.B Subsp. Bd (K), secara aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan jajaran pejabat kementerian guna membahas berbagai strategi pengembangan institusi, khususnya dalam mempersiapkan Fakultas Kedokteran yang memiliki fondasi akademik, tata kelola, dan daya saing yang kuat.
Dalam diskusi bersama pihak kementerian, sejumlah aspek strategis menjadi perhatian, antara lain penguatan kelembagaan, penataan sistem tata kelola, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas akademik, serta pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan kedokteran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah pemahaman bahwa bentuk kelembagaan institut bukan merupakan penghalang bagi pengembangan fakultas-fakultas unggulan.
Pengalaman sejumlah perguruan tinggi berbentuk institut di Indonesia memperlihatkan bahwa pengembangan fakultas dengan reputasi dan daya saing tinggi dapat diwujudkan melalui visi institusi yang jelas, kepemimpinan yang kuat, tata kelola profesional, serta komitmen berkelanjutan terhadap mutu pendidikan.
Dengan demikian, pengembangan Fakultas Kedokteran perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan institusi secara menyeluruh, bukan semata-mata sebagai upaya memenuhi kebutuhan struktur organisasi perguruan tinggi.
Dalam konteks pengembangan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Heber Bombang Sapan, Sp.B Subsp. Bd (K), menaruh perhatian khusus pada penyusunan arah kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Komunikasi dengan Kemdiktisaintek difokuskan untuk memperoleh masukan dan menemukan strategi pengembangan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional pendidikan kedokteran, tetapi juga mampu menjawab tantangan kesehatan di wilayah Toraja dan sekitarnya.
"Pendidikan kedokteran harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, karakteristik geografis, kondisi sosial budaya, serta tantangan pelayanan kesehatan daerah perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan pendidikan" ujarnya.
Orientasi ini diharapkan dapat membentuk lulusan dokter yang memiliki kompetensi profesional, integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Penguatan Fakultas Kedokteran juga merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas dalam membuka akses pendidikan tinggi berkualitas bagi generasi muda dari berbagai wilayah Indonesia.
Bangsa ini membutuhkan sumber daya manusia unggul yang lahir dari seluruh pelosok negeri.
Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi tidak boleh hanya menjadi milik masyarakat di pusat-pusat perkotaan, tetapi harus menjadi cita-cita bersama yang dapat dijangkau oleh generasi muda di daerah.
Dalam semangat tersebut, pembangunan pendidikan kedokteran menjadi tanggung jawab bersama antara institusi pendidikan, pemerintah, tenaga akademik, dan seluruh elemen masyarakat.
Pengembangan Fakultas Kedokteran diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap kemajuan institusi penyelenggara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia kesehatan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Komunikasi strategis dengan Kemdiktisaintek menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa arah pengembangan kelembagaan berjalan secara terencana, memenuhi regulasi, dan memiliki orientasi keberlanjutan.
Pada akhirnya, cita-cita membangun Fakultas Kedokteran bukan sekadar menghadirkan institusi pendidikan baru, melainkan menyiapkan generasi dokter yang kompeten, memperluas kesempatan pendidikan, dan memberikan kontribusi bagi masa depan kesehatan masyarakat Toraja.
Membangun Fakultas Kedokteran berarti membangun masa depan sumber daya manusia. Dari pendidikan yang berkualitas, diharapkan lahir generasi dokter yang mampu mengabdi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.