Cari

Seorang Ibu di Makassar Diduga Jual Tiga Anak Kandungnya, Polisi Kejar Jaringan yang Terlibat

SAHABATNEWS.ID, MAKASSAR — Kasus mengejutkan dan mengguncang publik terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang wanita berinisial MT (38) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menjual empat anak, termasuk tiga anak kandungnya sendiri, demi uang, (23/3/26).

Penangkapan dilakukan oleh tim Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) Polda Sulawesi Selatan usai menerima laporan dari suaminya, Anto, pada awal Maret 2026.

“Yang bersangkutan sudah kami amankan. Saat ini proses penyelidikan masih terus kami kembangkan,” ujar Kasubdit PPO Polda Sulsel, Kompol Zaki Zungkar, Kamis (26/3/2026).

Kasus ini terungkap setelah sang suami melaporkan istrinya ke polisi dengan dugaan telah menjual empat anak, terdiri dari tiga anak kandung mereka yang masih kecil dan satu keponakan yang masih bayi.

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam sebelum akhirnya menangkap pelaku di wilayah Makassar. Namun hingga kini, keberadaan anak-anak yang menjadi korban masih belum diketahui.

“Fokus kami saat ini adalah menemukan anak-anak tersebut dan mengungkap jaringan yang terlibat,” tegas Zaki.

Dari lima anak dalam keluarga tersebut, dua anak kandung dan satu bayi dilaporkan hilang tanpa jejak, memicu kekhawatiran besar akan kemungkinan eksploitasi yang lebih luas.

Kasus ini diduga kuat masuk dalam kategori Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kejahatan serius yang memiliki ancaman hukuman berat, terlebih karena melibatkan anak-anak sebagai korban.

Pihak kepolisian kini tengah memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya sindikat perdagangan anak di balik kasus ini.

Peristiwa ini sontak memicu kemarahan publik dan menjadi pengingat keras akan masih maraknya praktik perdagangan orang, bahkan dari lingkup keluarga sendiri.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait anak-anak atau perdagangan manusia. Kasus ini masih terus berkembang.

Terkait: