Cari

Stabilitas Moneter dan Resiliensi Sektor Domestik Palopo

SAHABATNEWS.ID, PALOPO – Pertumbuhan ekonomi Kota Palopo menunjukkan kinerja yang agak Pasif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palopo pada triwulan I-2026 tercatat tumbuh 8,94 persen (year-on-year/yoy), mencerminkan tingginya dinamika aktivitas ekonomi daerah.

Meski demikian, capaian tersebut tetap menghadapi tantangan dari faktor eksternal, terutama fluktuasi nilai tukar rupiah. Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, Palopo dinilai memiliki sensitivitas yang cukup tinggi terhadap guncangan moneter nasional.

Depresiasi nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan biaya produksi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi tersebut terjadi melalui pass-through effect terhadap harga barang modal dan bahan baku yang dipasok dari luar daerah.

Akibatnya, margin keuntungan pelaku usaha dapat menyempit dan tekanan inflasi pada tingkat konsumen semakin meningkat. Situasi ini tercermin dari inflasi Kota Palopo yang mencatat andil bulanan sebesar 0,47 persen pada April 2026.

Apabila tidak diantisipasi dengan langkah yang tepat, kenaikan biaya input produksi dan menurunnya daya beli riil masyarakat berpotensi memperlambat perputaran likuiditas di pasar domestik.

Untuk menjaga stabilitas sektor riil, Pemerintah Kota Palopo didorong menerapkan kebijakan struktural yang adaptif melalui dua langkah utama.

Pertama, memperkuat substitusi input dan rantai pasok lokal dengan mengoptimalkan integrasi komoditas unggulan di kawasan Luwu Raya guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Kedua, mengoptimalkan intervensi fiskal daerah melalui pemberian subsidi biaya logistik pangan serta memperluas akses pembiayaan mikro berbiaya rendah agar stabilitas harga dan keberlangsungan usaha UMKM tetap terjaga.

Melalui sinergi bauran kebijakan lokal yang tepat sasaran, akselerasi ekonomi Kota Palopo diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga mampu membangun ketahanan ekonomi daerah yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian moneter dan dinamika ekonomi global.

Penulis : Dr. Andi Musniwan Kasman, S.E. M.M. (Akademisi UIN Palopo)

Terkait: