SAHABATNEWS.ID, LUWU — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Larompong sejak Kamis (7/5/2026) malam berubah menjadi bencana besar.
Sungai Larompong meluap dan memicu banjir hebat yang merendam permukiman warga di Kecamatan Larompong dan Kecamatan Larompong Selatan, Jumat (8/5/2026).
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi poros Makassar–Palopo. Kendaraan mengular panjang akibat badan jalan dipenuhi genangan air.
Data sementara dari BPBD Luwu menyebutkan sedikitnya delapan desa terdampak. Di Kecamatan Larompong, wilayah yang terendam meliputi Desa Riwang, Desa Riwang Selatan, Desa Rantebelu, dan Desa Buntu Matabing.
Sementara di Larompong Selatan, banjir menerjang Desa Dadeko, Desa Sampano, Desa Temboe, dan Desa Salusana.
Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Luwu, Karyadi, mengungkapkan jumlah rumah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 250 hingga 300 unit.
“Di Kecamatan Larompong diperkirakan 100 sampai 150 rumah warga terendam, dan di Larompong Selatan sekitar 150 rumah warga terendam,” ujarnya.
Tidak hanya rumah warga, sejumlah sekolah tingkat SD hingga MTs ikut terendam banjir. Aktivitas warga pun terganggu total.
Cuaca ekstrem juga memicu angin puting beliung di Kelurahan Larompong Selatan.
Satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan sedang setelah dihantam angin kencang.
BPBD Luwu kini meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca yang masih berawan dinilai berpotensi memicu banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya debit air,” kata Karyadi.