SAHABATNEWS.ID, BUA — Suasana duka dan haru menyelimuti momen perpisahan karyawan PT SGS Luwu (eks PT Panply Bua) yang berlangsung penuh emosional, (13/4/26).
Tangis tak terbendung pecah saat para pekerja saling berpelukan, berpamitan, dan mengenang perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama selama puluhan tahun.
Perusahaan yang telah berdiri sejak 1978 itu resmi menghentikan operasionalnya setelah lebih dari empat dekade menjadi salah satu pilar industri kayu lapis di Luwu Raya.
Penutupan ini menjadi pukulan telak, tidak hanya bagi para karyawan, tetapi juga bagi denyut ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada aktivitas perusahaan.
Dalam video yang beredar, terlihat jelas kesedihan mendalam para pekerja. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan air mata saat mengucapkan salam perpisahan kepada rekan kerja yang telah dianggap sebagai keluarga sendiri.
“Ini bukan sekadar tempat kerja, ini rumah kedua kami,” ungkap salah satu karyawan dengan suara bergetar.
Selama bertahun-tahun, PT SGS Luwu (eks PT Panply) dikenal sebagai salah satu produsen kayu lapis terkemuka yang memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Kehadirannya telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.
Kini, penutupan perusahaan menyisakan tanda tanya besar bagi para pekerja yang kehilangan mata pencaharian.
Harapan pun tertuju pada pemerintah dan pihak terkait untuk segera menghadirkan solusi nyata bagi ratusan karyawan terdampak.
Perpisahan ini bukan hanya akhir dari sebuah perusahaan, tetapi juga akhir dari sebuah era panjang kebersamaan, loyalitas, dan perjuangan hidup.