SAHABATNEWS.ID, LUWU TIMUR — Api perjuangan masyarakat Tanah Luwu kembali menyala. Aliansi Masyarakat Luwu Timur bersama Provinsi Luwu Raya menggelar aksi blokade jalan di Jembatan Perbatasan Luwu Timur Luwu Utara sebagai bentuk desakan kepada pemerintah pusat agar segera merealisasikan pemekaran Provinsi Luwu Raya, (27/1/25).
Aksi yang dimulai sejak sore hari tersebut menyebabkan kemacetan panjang di jalur Trans Sulawesi, jalur vital penghubung antarwilayah. Kendaraan tampak mengular dari dua arah akibat penutupan jalan yang dilakukan massa aksi.
Meski demikian, aksi berlangsung tertib dan kondusif. Massa bergerak secara terorganisir di bawah komando Jenderal Lapangan Rishariyadi (Iksar), Ketua HAM Luwu Timur, didampingi Ardi selaku Wakil Jenderal Lapangan.
Keduanya secara aktif mengingatkan peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban serta menghindari tindakan provokatif.
Selama berlangsungnya aksi, tidak ditemukan tindakan anarkis. Massa menyampaikan aspirasi secara damai dengan pendekatan persuasif dan humanis. Aparat keamanan dan peserta aksi juga terlihat saling menjaga jarak sehingga situasi tetap terkendali.
Sebagai wujud kepedulian terhadap kemanusiaan, kendaraan-kendaraan vital tetap diberikan akses melintas. Ambulans, mobil tangki BBM dan LPG, kendaraan logistik, serta warga yang hendak melayat dipersilakan melewati lokasi aksi.
Hal ini menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan tidak mengesampingkan kepentingan dan keselamatan masyarakat luas.
Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat di wilayah perbatasan. Warga setempat turut ambil bagian dan menyatakan solidaritas terhadap perjuangan masyarakat Luwu Timur dalam menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Penutupan jalan Trans Sulawesi dilakukan sebagai bentuk tekanan politik kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar segera merespons aspirasi rakyat.
Massa menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari kehendak masyarakat, tanpa kepentingan kelompok tertentu.
“Kami menegaskan bahwa gerakan ini murni lahir dari hati nurani rakyat. Kami bergerak bersama seluruh elemen masyarakat, dan aksi ini akan terus berlanjut sampai Presiden Prabowo merekomendasikan pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Luwu Raya. Kami menilai pemekaran adalah jalan menuju kesejahteraan masyarakat Luwu Raya,” tegas Rishariyadi (Iksar), Jenderal Lapangan aksi.
Massa aksi berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk merealisasikan pemekaran Provinsi Luwu Raya demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Tanah Luwu.