Cari

Batalyon Teritorial TNI Akan Turun ke Masjid dan Gereja, Ini Penjelasan Menhan

SAHABATNEWS.ID, JAKARTA — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa prajurit TNI dari batalyon teritorial pembangunan nantinya akan memiliki peran lebih luas di tengah masyarakat, tidak hanya dalam sektor pertanian dan pendidikan, tetapi juga kehidupan sosial serta keagamaan, (27/5/26).

Hal itu disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI saat memaparkan konsep penguatan pendekatan teritorial TNI melalui pembentukan batalyon pembangunan di berbagai daerah.

“Prajurit akan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Mereka tidak hanya membantu ketahanan pangan dan pendidikan, tetapi juga mendukung kehidupan sosial dan religi di wilayah penugasan,” ujar Sjafrie.

Menurutnya, setiap batalyon akan diperkuat sekitar 1.190 personel dengan latar belakang kemampuan yang beragam. Di antaranya lulusan pesantren hingga prajurit yang memiliki kemampuan pelayanan rohani lintas agama.

Dalam pelaksanaannya, prajurit TNI disebut dapat ikut membersamai masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan, baik di masjid maupun gereja.

Untuk lingkungan muslim, personel bahkan disiapkan untuk membantu menjadi imam salat hingga khatib apabila dibutuhkan masyarakat.

Sjafrie menilai langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi pembinaan teritorial TNI agar kehadiran prajurit semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan dukungan pelayanan sosial.

Program batalyon teritorial pembangunan sendiri dirancang sebagai satuan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat melalui sektor sosial, pendidikan, pertanian, kesehatan, hingga pembinaan kehidupan keagamaan.

Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketahanan nasional berbasis kesejahteraan dan kedekatan sosial di tingkat daerah.

Terkait: