Cari

Demo Pecat Direktur PDAM Berakhir Ricuh, Dua Mahasiswa Dikabarkan Terluka

SAHABATNEWS.ID, PALOPO – Gelombang kemarahan mahasiswa kembali mengguncang Kota Palopo. Ratusan massa Aliansi Mahasiswa Palopo (AMP) yang tergabung dari sejumlah lembaga mahasiswa se-Kota Palopo mendatangi Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palopo untuk menggelar aksi demonstrasi terkait dugaan pengeroyokan terhadap mahasiswa oleh oknum pegawai PDAM.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan keras agar Direktur PDAM Kota Palopo, Steven Hamdani, dicopot dari jabatannya. Tak hanya itu, mahasiswa juga mendesak agar oknum pegawai yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap mahasiswa segera diberhentikan, (3/11/26).

Koordinator lapangan aksi, Fadel, menegaskan bahwa pihaknya menuntut Kapolres Palopo segera menindaklanjuti kasus dugaan pemukulan terhadap mahasiswa yang terjadi saat aksi demonstrasi pada Senin sebelumnya.

"Kami menuntut Kapolres agar segera menindaklanjuti oknum pegawai PDAM yang telah melakukan pemukulan terhadap mahasiswa demonstran. Kami juga mendesak agar Steven Hamdani selaku Direktur PDAM Kota Palopo dicopot dari jabatannya," tegas Fadel dalam orasinya.

Situasi demonstrasi semakin memanas hingga berujung pada bentrokan antara mahasiswa dan pihak pegawai PDAM. Aksi saling lempar batu dilaporkan terjadi di lokasi demonstrasi.

Akibat insiden tersebut, dua orang mahasiswa dikabarkan mengalami luka-luka setelah terkena lemparan batu.

Aksi demonstrasi kali ini berlangsung di dua titik, yakni Kantor PDAM Kota Palopo dan Mapolres Palopo. Massa membawa tuntutan agar persoalan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa tidak berhenti sebatas polemik, tetapi diproses melalui jalur hukum dan ditindaklanjuti secara institusional.

Mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan mereka berkaitan dengan dugaan tindakan kekerasan terhadap peserta demonstrasi. Mereka meminta aparat kepolisian mengusut peristiwa tersebut serta pihak terkait memberikan pertanggungjawaban.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PDAM Kota Palopo maupun kepolisian terkait kronologi bentrokan, kondisi dua mahasiswa yang dikabarkan terluka, serta tindak lanjut atas tuntutan massa.

Terkait: