SAHABATNEWS.ID, PALOPO — Pelayanan air bersih PDAM di Perumahan Permata Hijau, Kelurahan Tamalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo, kembali dikeluhkan warga. Pasalnya, aliran air PDAM disebut telah terhenti selama kurang lebih dua bulan, membuat masyarakat harus berjibaku memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang semestinya menjadi prioritas utama dalam pelayanan publik.
Salah satu warga Permata Hijau, Sunaryo Mande, mengaku warga telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak PDAM. Namun, hingga kini, menurutnya, belum ada respons maupun solusi konkret yang diberikan.
“Kami sudah mencoba melakukan beberapa opsi, termasuk menyampaikan aduan beberapa kali, tetapi tidak ada respons dari pihak PDAM,” ujar Sunaryo Jumat 4 September 2026.
Menurutnya, alasan berkurangnya debit air tidak seharusnya terus dijadikan jawaban tanpa dibarengi langkah nyata untuk mengatasi persoalan distribusi air kepada pelanggan.
“PDAM jangan hanya berdalih bahwa debit air berkurang, sementara pembayaran bertambah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan warga terhadap pelayanan PDAM yang dinilai belum mampu memberikan kepastian kepada pelanggan.
Masyarakat tidak membutuhkan sekadar alasan, tetapi solusi nyata dan kepastian kapan air kembali mengalir.
Jika memang terjadi penurunan debit air, warga mempertanyakan langkah konkret apa yang telah dilakukan PDAM untuk mengatasi kondisi tersebut.
Jangan sampai masyarakat terus dibebani persoalan pembayaran, sementara hak mereka untuk mendapatkan pelayanan air bersih justru tidak terpenuhi.
Sunaryo mendesak pihak PDAM Kota Palopo segera turun tangan dan memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat, sekaligus memastikan langkah penanganan yang jelas terhadap persoalan tersebut.
“Kami berharap PDAM tidak tinggal diam. Berikan solusi konkret agar pasokan air bisa kembali terpenuhi. Masyarakat sudah dua bulan kesulitan mendapatkan air bersih,” harapnya.
Kita berharap Dirut PDAM yang baru bisa menjadi agen perubahan di internal PDAM terutama soal bagaimana memberikan solusi yang tepat kepada masyarakat.
Dua bulan tanpa aliran air bukan persoalan kecil, dan kondisi tersebut semestinya menjadi alarm serius bagi pihak PDAM untuk segera melakukan pembenahan pelayanan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.