SAHABATNEWS.ID, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memaparkan progres Multi Years Project (MYP) Sulawesi Selatan 2025–2027 dengan total anggaran sekitar Rp3,7 triliun.
Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat menjadi narasumber dalam program Jurnal Nusantara Kompas TV, Jumat (18/9/2026). Ia menjelaskan, MYP mencakup pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jalan, irigasi hingga rumah sakit regional.
Untuk sektor jalan, pemerintah menargetkan penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan kewenangan Provinsi Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 30–40 persen.
“Alhamdulillah kami sampaikan progres MYP sudah mencapai 30–40 persen untuk pengerjaan 1.000 KM jalan kewenangan provinsi di Sulawesi Selatan,” ujar Andi Sudirman.
Dengan progres tersebut, sekitar 300–400 kilometer jalan telah dikerjakan dan mulai dimanfaatkan masyarakat.
“Ini sudah progres 30 persen, alhamdulillah sudah mulai dinikmati masyarakat,” jelasnya.
Menurut Andi Sudirman, pembangunan jalan tersebut diarahkan untuk mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses masyarakat, termasuk di kawasan yang selama ini masih sulit dijangkau.
Ia menegaskan, pelaksanaan MYP dilakukan dengan skema tahun jamak sehingga pembangunan dapat dilanjutkan secara berkesinambungan hingga 2027.
Pembangunan infrastruktur jalan, lanjutnya, tidak hanya memberikan kemudahan mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas perekonomian. Jalan yang semakin baik akan memperlancar distribusi barang dan pangan, mengurangi waktu tempuh serta penggunaan bahan bakar kendaraan.
“Pertumbuhan ekonomi menjadi lebih positif. Kita menyerap tenaga kerja, talud, drainase dan lain-lain. Mereka menyerap pekerjaan lokal sebanyak 40 persen,” ungkapnya.
Andi Sudirman menyebut terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan MYP di lapangan. Di antaranya perubahan harga bahan konstruksi, aksesibilitas masyarakat di lokasi pekerjaan, serta kondisi geografis Sulawesi Selatan yang luas.
“Kendala di lapangan pertama adanya perubahan harga bahan konstruksi. Kita akan evaluasi, sesuai komitmen rekanan,” ujarnya.
Selain jalan, MYP Sulsel juga mencakup sektor irigasi. Pemerintah menargetkan pemulihan dan peningkatan jaringan irigasi yang mendukung sekitar 54 ribu hektare lahan sawah.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.
Di sektor kesehatan, MYP juga mencakup pembangunan atau peningkatan dua rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu yang diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan perbatasan.
“Untuk mudah diakses masyarakat terpencil dan di perbatasan, untuk mendapatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Andi Sudirman.
Ia berharap pelaksanaan MYP hingga 2027 dapat semakin memperluas jangkauan pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
“Harapan kita sudah menjangkau kewenangan jalan provinsi, mempercepat akses warga ke daerah,” pungkasnya.