Cari

HMM-FEB UNANDA Gelar Bazar Dialog, Dollar Menguat, Warga Desa Tersengat!

SAHABATNEWS.ID, PALOPO – Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andi Djemma (HMM-FEB UNANDA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi ekonomi masyarakat melalui kegiatan Bazar Dialog.

Dengan mengusung tema “Dollar dan Rupiah: Apakah Penting bagi Warga Desa” kegiatan ini digelar di Cafe Sisilain jalan Andi Kambo, Salekoe, Wara Timur, Jumat (19/6/26).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan diskusi yang menghubungkan isu ekonomi global dengan realitas kehidupan masyarakat pedesaan.

Mengangkat topik yang dekat dengan kondisi ekonomi saat ini, dialog tersebut mengajak peserta untuk memahami bahwa fluktuasi nilai tukar Dollar terhadap Rupiah tidak hanya berdampak pada sektor bisnis dan kebijakan pemerintah, tetapi juga dapat dirasakan hingga ke tingkat desa.

Perubahan harga pupuk, bahan bakar, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan pokok merupakan contoh nyata yang sering kali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan pergerakan nilai tukar mata uang.

Suasana diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa serta peserta yang hadir aktif menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan pengalaman mereka terkait dampak perubahan ekonomi terhadap kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami berbagai isu ekonomi yang berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, HMM-FEB UNANDA berharap dapat membangun kesadaran bahwa ekonomi global memiliki keterkaitan yang erat dengan aktivitas masyarakat di daerah.

Pemahaman terhadap isu-isu ekonomi dinilai penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan yang lebih bijak dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

Ketua HMM-FEB UNANDA Muh aldy menyampaikan bahwa Bazar Dialog tidak hanya menjadi ajang bertukar pikiran, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan budaya literasi dan berpikir kritis di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.

“Melalui tema ini, kami ingin menunjukkan bahwa persoalan nilai tukar mata uang bukan hanya urusan pemerintah atau pelaku ekonomi besar. Dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa. Karena itu, pemahaman ekonomi menjadi penting untuk dimiliki oleh semua kalangan,” ujar Aldy.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, HMM-FEB UNANDA berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berwawasan luas, dan responsif terhadap dinamika ekonomi lokal maupun global.

Terkait: