SAHABATNEWS.ID, MAJALENGKANG – Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan nasional, (30/5/26).
Setelah sempat menghadapi tantangan dalam optimalisasi penerbangan komersial, kini bandara terbesar kedua di Indonesia itu disebut-sebut akan memasuki babak baru sebagai pusat perawatan pesawat Hercules C-130 untuk kawasan Asia.
Rencana strategis tersebut muncul setelah adanya pembahasan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat di bidang pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul pesawat militer atau Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).
Dalam skema kerja sama tersebut, Kertajati dinilai memiliki keunggulan dari sisi lokasi, panjang landasan pacu, serta ketersediaan lahan pengembangan.
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, bersama perwakilan pemerintah Amerika Serikat disebut telah membahas peluang menjadikan Indonesia sebagai pusat layanan teknis pesawat Hercules bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
Dari berbagai alternatif lokasi, Bandara Kertajati dianggap sebagai kandidat paling siap untuk mendukung proyek berskala internasional tersebut.
Jika terealisasi, proyek ini berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Jawa Barat, khususnya Majalengka dan wilayah sekitarnya.
Ribuan lapangan kerja baru diperkirakan akan terbuka, mulai dari sektor teknik penerbangan, logistik, hingga industri pendukung lainnya. Selain itu, kerja sama ini juga diyakini dapat mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia di bidang kedirgantaraan.
Munculnya bendera Amerika Serikat di area bandara turut memicu beragam spekulasi di masyarakat.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa kerja sama yang dibangun berfokus pada aspek teknis dan industri, bukan untuk pendirian pangkalan militer asing ataupun pengalihan pengelolaan bandara kepada pihak luar negeri.
“Tujuan utama kerja sama ini adalah memperkuat kemampuan nasional dalam pemeliharaan pesawat serta meningkatkan daya saing industri pertahanan Indonesia,” demikian penegasan yang disampaikan pemerintah terkait proyek tersebut.
Di tengah berbagai tanggapan publik, banyak pihak menilai bahwa transformasi Kertajati menjadi pusat MRO internasional dapat menjadi momentum kebangkitan bandara yang selama ini dinilai belum beroperasi secara maksimal.
Keberadaan fasilitas perawatan pesawat kelas dunia juga berpotensi menempatkan Indonesia sebagai pemain penting dalam industri penerbangan dan pertahanan kawasan.
Kini harapan besar tertuju pada Kertajati. Dari bandara yang pernah dianggap sepi aktivitas, Kertajati berpeluang menjelma menjadi pusat layanan penerbangan strategis bertaraf internasional dan menjadi kebanggaan baru Indonesia di panggung Asia.