Makassar - Tokoh Syekh Yusuf Al-Makassari disebut bukan lagi tokoh lokal, melainkan figur internasional. Hal itu disampaikan Ketua Harian DPD KNPI Sulsel, Dr. Syaiful, dalam acara diskusi dan coffee morning di Warkop Daeng Anas, Jumat (22/5/2026).
"400 Tahun Syekh Yusuf: Jejak Tasawuf, Politik dan Relevansinya bagi Pemuda Sulawesi selatan" adalah Tema yang diangkat oleh DPD KNPI Sulawesi Selatan.
Dr. Syaiful menegaskan bahwa pengakuan terhadap Syekh Yusuf tidak terbatas pada Kota Makassar atau Sulawesi Selatan. "Beliau bukan lagi milik Makassar. Syekh Yusuf adalah tokoh internasional yang namanya dihormati hingga ke Afrika Selatan, Ia menambahkan, di Cape Town, nama Syekh Yusuf diabadikan menjadi nama jalan dan masjid. "Itu bukti nyata bahwa perjuangan beliau diakui dunia," ujar Dr. Syaiful.
Dalam bincang tersebut, Dr. Syaiful juga mengingatkan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan Syekh Yusuf, khususnya anti kolonialisme. "Orang muda harus paham bahwa perjuangan fisik dan spiritual tidak bisa dipisahkan”
Salah satu pemateri, Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin, Filsafat, dan Politik UIN Alauddin Makassar, menjelaskan dimensi tasawuf politik Syekh Yusuf. Sementara itu, Ketua AMSY, Arief Rosyid Hasan, menyoroti relevansi pemikiran Syekh Yusuf bagi pemuda Sulsel saat ini.
Coffee Morning menjadi pilihan DPD KNPI agar peserta lebih leluasa bertanya dan berdiskusi. "Dengan suasana santai, ilmu lebih mudah diserap. Tidak kaku seperti seminar pada umumnya," menurut Dr. Syaiful selaku ketua Harian DPD KNPI Sulawesi Selatan.
Acara berlangsung lancar selama kurang lebih tiga jam. DPD KNPI Sulsel berharap generasi muda semakin mengenal dan bangga terhadap tokoh daerah yang telah mendunia.