Cari

Gus Ipul Pimpin Kepanitian Muktamar NU! Bursa Ketum Mulai Menghangat

SAHABATNEWS.ID, JAKARTA — Persiapan Muktamar Nahdlatul Ulama mulai memasuki fase krusial. Sosok sentral akhirnya ditetapkan: Saifullah Yusuf resmi dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) untuk seluruh rangkaian agenda besar NU, (1/4/26).

Tak hanya Muktamar, Gus Ipul juga memimpin pelaksanaan Konferensi Besar (Konbes) dan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama yang akan menjadi gerbang awal sebelum puncak perhelatan.

Gus Ipul mengungkapkan, struktur kepanitiaan inti sudah terbentuk dan kini tengah disempurnakan. Nama-nama strategis langsung mengisi posisi penting: Ketua Steering Committee (SC): Katib A’am PBNU, Sekretaris SC: Muhammad Nuh, Sekretaris OC: Amin Said Husni.

“Sekarang kita fokus melengkapi struktur dan menyusun materi untuk Konbes dan Munas, yang akan menjadi fondasi utama Muktamar,” tegas Gus Ipul.

Di tengah tingginya antusiasme, lokasi pelaksanaan Muktamar justru masih menjadi tanda tanya besar. Berbagai daerah berlomba mengajukan diri, namun keputusan final belum diambil.

Spekulasi bahwa Jawa Timur akan menjadi tuan rumah langsung ditepis.

“Belum tentu di Jawa Timur. Semua masih dalam pembahasan,” ujar Gus Ipul.

Di tengah potensi dinamika internal, Gus Ipul memastikan kondisi organisasi tetap solid. Tradisi musyawarah dan semangat kekeluargaan Nahdliyin diyakini mampu meredam perbedaan.

“Perbedaan itu biasa. Yang penting kita cari solusi bersama,” katanya optimistis.

Sorotan mulai mengarah pada kursi Ketua Umum. Nama petahana kembali disebut sebagai kandidat kuat. Namun saat ditanya soal peluang dirinya maju, Gus Ipul justru menjawab santai namun tegas:

“Potongan saya pantas apa enggak? Ndak ada potongan saya jadi Ketua Umum" ujarnya.

Jawaban ringan, tapi mengisyaratkan bahwa pertarungan menuju kursi nomor satu NU tetap terbuka lebar

Dengan panitia yang mulai solid, materi strategis yang tengah disusun, serta bursa kepemimpinan yang mulai memanas, Muktamar NU mendatang dipastikan bukan sekadar agenda rutin melainkan momentum penting penentu arah organisasi ke depan.

Satu hal yang pasti: panggung besar NU sudah disiapkan, dan semua mata kini tertuju pada siapa yang akan tampil sebagai pemimpin berikutnya.

Terkait: