Cari

Hari Jadi Tana Luwu: Produk BUMMA Dipadati Pengunjung

SAHABATNEWS.ID, PALOPO — Momentum Hari Jadi Tana Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu menjadi panggung kebangkitan ekonomi masyarakat adat.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tana Luwu melalui Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) tampil berani dengan membuka stand UMKM di jantung perayaan, tepat di depan Kedatuan Luwu, Selasa (22/1/2026).

Langkah ini bukan sekadar membuka lapak, tetapi menjadi titik awal perlawanan ekonomi masyarakat adat untuk menembus dominasi pasar dan membuktikan bahwa produk lahir dari tanah adat memiliki kualitas, daya saing, dan nilai kearifan yang tinggi.

Sejak pagi hingga malam, stand BUMMA diserbu pengunjung. Produk-produk masyarakat adat menjelma menjadi magnet utama perayaan. Masyarakat yang hadir tidak hanya membeli, tetapi juga mengenal langsung cerita, nilai, dan proses di balik setiap produk yang berasal dari wilayah adat Tana Luwu.

Beragam produk seperti madu hutan, kopi adat, gula aren, serta hasil olahan ekonomi mandiri lainnya laris diburu sebagai oleh-oleh khas perayaan.

“Kami hadir bukan hanya untuk menjual, tetapi untuk mengedukasi dan menunjukkan bahwa masyarakat adat mampu berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Irsal Hamid saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, kehadiran BUMMA adalah bentuk nyata kemandirian ekonomi masyarakat adat sekaligus upaya merebut ruang pasar yang selama ini tertutup.

Irsal menegaskan, BUMMA siap berkompetisi secara terbuka dan bermartabat.

“Kami siap bersaing dengan produk pasar lainnya. Produk masyarakat adat tidak boleh kalah, justru memiliki nilai lebih karena lahir dari alam, budaya, dan kerja kolektif komunitas,” ujarnya.

Kehadiran stand UMKM BUMMA di Hari Jadi Tana Luwu menjadi simbol penting bahwa perjuangan masyarakat adat tidak hanya berlangsung di ruang advokasi dan perlawanan kebijakan, tetapi juga di arena ekonomi.

Dari Kedatuan Luwu, pesan itu menggema: masyarakat adat bangkit, berdaulat secara ekonomi, dan siap menatap masa depan.

Terkait: