Cari

HMM FEB Unanda Dorong Pembentukan Provinsi Luwu Raya Berbasis Kekuatan Ekonomi

SAHABATNEWS.ID, PALOPO — Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andi Djemma menegaskan bahwa Luwu Raya memiliki kesiapan ekonomi yang kuat untuk menjadi provinsi baru, (30/1/26).

Penilaian ini didasarkan pada potensi sumber daya alam yang melimpah, struktur ekonomi regional yang saling menopang, serta peluang kemandirian fiskal yang dinilai realistis.

Wilayah Luwu Raya yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur dinilai memiliki basis ekonomi yang lengkap dan terintegrasi. Kabupaten Luwu Timur menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertambangan, khususnya komoditas nikel yang memiliki nilai strategis bagi industri nasional dan pasar global.

Sementara itu, Kabupaten Luwu dan Luwu Utara berperan sebagai penopang ekonomi berbasis kerakyatan melalui sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Sektor-sektor ini tidak hanya berkontribusi terhadap produk domestik regional, tetapi juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Kota Palopo menempati posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Luwu Raya. Aktivitas ekonomi sektor tersier yang berkembang di kota ini dinilai mampu memperkuat perputaran ekonomi regional dan menjadi pusat pertumbuhan baru apabila Luwu Raya ditetapkan sebagai provinsi mandiri.

Ketua HMM FEB Universitas Andi Djemma, Imam Syafi’i, menyatakan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan dan efektivitas kebijakan ekonomi daerah.

“Dari sisi ekonomi, Luwu Raya memiliki potensi yang cukup untuk berdiri sebagai provinsi mandiri. Pemekaran wilayah akan memperpendek rentang kendali pemerintahan dan membuka ruang bagi kebijakan ekonomi yang lebih fokus, tepat sasaran, dan sesuai dengan karakteristik daerah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Muhammad Aldi, pengurus HMM FEB Unanda. Ia menekankan bahwa pembentukan provinsi baru harus dibarengi dengan kajian akademik yang mendalam dan perencanaan ekonomi yang matang agar tidak berhenti pada kepentingan administratif semata.

“Penguatan sumber daya manusia, tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan menjadi kunci agar pemekaran wilayah benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

HMM FEB Universitas Andi Djemma menegaskan bahwa dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya harus berpijak pada kepentingan jangka panjang masyarakat.

Pemekaran wilayah harus diarahkan untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, bukan sekadar pemisahan administratif tanpa dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Terkait: