Cari

Iran Ancam Serangan Antisipasi, Tuduh AS Panaskan Demonstrasi di Teheran

SAHABATNEWS.ID, JAKARTA — Pemerintah Iran mengancam akan meluncurkan serangan antisipasi setelah menuding Amerika Serikat (AS) berada di balik memanasnya gelombang demonstrasi yang mengguncang Teheran dalam beberapa pekan terakhir, (9/1/26).

Sekretariat Dewan Pertahanan Tertinggi Iran pada Selasa (6/2) menegaskan bahwa keamanan, kemerdekaan, serta integritas teritorial Iran merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar.

Mereka menyatakan siap memberikan respons tegas dan proporsional terhadap setiap bentuk agresi atau tindakan bermusuhan.

“Dalam kerangka pembelaan diri yang sah, Iran tidak membatasi diri hanya untuk merespons tindakan yang telah dilakukan,” demikian pernyataan Sekretariat Dewan Pertahanan Tertinggi Iran seperti dilaporkan kantor berita Mehr News.

Iran saat ini tengah dilanda demonstrasi besar-besaran sejak 28 Desember. Sedikitnya 36 orang dilaporkan tewas akibat bentrokan antara aparat keamanan dan warga sipil.

Aksi protes yang awalnya dipicu oleh melonjaknya inflasi itu kemudian berkembang menjadi tuntutan perubahan rezim.

Pemerintah Iran berulang kali memperingatkan bahwa demonstrasi tersebut ditunggangi oleh pihak asing yang ingin melemahkan stabilitas nasional.

Amerika Serikat dan Israel, yang dikenal sebagai musuh utama Teheran, secara terbuka menyatakan dukungan terhadap rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintahan Ayatollah Ali Khamenei.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan siap turun tangan apabila otoritas Iran dinilai menyakiti warganya.

Menanggapi sikap Washington, Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (7/1) menegaskan bahwa AS tidak benar-benar peduli terhadap kesejahteraan rakyat Iran, melainkan berupaya mencampuri urusan domestik negara tersebut.

Teheran menuding adanya upaya asing untuk menciptakan ketidakstabilan dan ketidakamanan nasional.

“Kebijakan Washington terhadap Iran telah melampaui tekanan ekonomi dan mencakup perang psikologis, kampanye media, misinformasi, ancaman intervensi militer, serta hasutan terhadap kekerasan dan terorisme,” demikian laporan kantor berita Fars mengutip pernyataan Kemlu Iran.

Iran menilai tindakan tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hukum internasional, serta prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Oleh karena itu, Teheran menyerukan komunitas internasional untuk mengecam langkah-langkah sepihak AS yang dinilai ilegal dan berdampak langsung pada kehidupan rakyat Iran, bahkan disebut sebagai bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.

Terkait: