SAHABATNEWS.ID, JAKARTA - Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 memantik spekulasi politik baru menjelang kontestasi nasional 2029.
Langkah tersebut bahkan disebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai sinyal politik yang dapat menjadi ancaman bagi Presiden Prabowo Subianto.
Politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, menilai agenda Jokowi menyapa masyarakat di berbagai daerah bukan sekadar aktivitas biasa pasca lengser dari kursi kepresidenan.
Menurutnya, langkah itu sarat pesan politik bahwa pengaruh Jokowi masih kuat di tengah dinamika kekuasaan nasional.
“Ini pesan halus sekaligus ancaman bagi Prabowo. Jokowi ingin menunjukkan bahwa dirinya masih diperhitungkan,” ujar Guntur Romli, Minggu (17/5/2026).
PDIP menilai safari nasional tersebut berpotensi menjadi ajang konsolidasi kekuatan politik Jokowi bersama jaringan relawan dan pendukung yang masih solid di berbagai daerah.
Langkah itu juga dikaitkan dengan posisi politik sejumlah anggota keluarga Jokowi yang kini berada di lingkar kekuasaan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, hingga Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution disebut menjadi bagian dari kesinambungan pengaruh politik keluarga Jokowi menuju Pemilu 2029.
“Semua analisa muaranya satu: syahwat politik Jokowi masih tinggi,” kata Guntur.
Tak hanya itu, PDIP juga menyoroti pernyataan Jokowi sebelumnya yang sempat mengaku ingin kembali hidup sederhana di Solo setelah masa jabatan berakhir. Namun rencana keliling Indonesia dinilai bertolak belakang dengan narasi tersebut.
“Publik makin yakin omongan Jokowi tidak konsisten,” tambahnya.
Di sisi lain, relawan Pro Jokowi (Projo) memastikan kondisi kesehatan Jokowi telah pulih dan siap kembali turun langsung ke masyarakat. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menyebut Jokowi akan mulai beraktivitas penuh pada Juni mendatang
“Kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan bulan depan beliau akan keliling Indonesia,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Jokowi belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan spekulasi politik yang disampaikan PDIP tersebut.