Cari

PD DMI Palopo Resmi Dikukuhkan, Masjid Siap Jadi Pusat Pembinaan dan Ekonomi Umat

SAHABATNEWS.ID, PALOPO — Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Palopo gelar pelantikan dan pengukuhan periode 2026–2031 yang digelar di Gedung Opu Daeng Risaju, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Wilayah DMI Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Palopo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta sejumlah pimpinan organisasi Islam.

Ketua PD DMI Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin, dalam sambutannya menegaskan komitmen kepengurusan yang baru untuk membangun organisasi yang solid dan mampu menjawab berbagai kebutuhan pengelolaan masjid di Kota Palopo.

Salah satu perhatian utama, kata Akhmad, adalah pembenahan sistem pengelolaan keuangan masjid serta pengelolaan zakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, DMI Kota Palopo akan membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Kita ingin menghadirkan kepengurusan yang solid. Nantinya kita akan melakukan perbaikan sistem keuangan masjid dan pengelolaan zakat dengan berkolaborasi bersama instansi tertentu" ujar Wakil Wali Kota Palopo.

Ia menambahkan, keberadaan DMI diharapkan mampu memperkuat fungsi masjid sebagai wadah pembinaan umat.

Masjid, menurutnya, harus dikembangkan menjadi pusat aktivitas keumatan yang tidak hanya membangun kehidupan spiritual, tetapi juga memberikan dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Ini menjadi wadah pembinaan rumah ibadah masjid, yang nantinya menjadi pusat pembinaan umat sekaligus menggerakkan ekonomi keumatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW DMI Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, dalam arahannya memberikan penekanan terhadap pentingnya mengembalikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Ia meminta pengurus masjid tidak hanya fokus pada aktivitas ibadah, tetapi juga memperhatikan bagaimana masjid dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, terdapat tiga unsur utama yang harus menjadi perhatian dalam pengelolaan masjid, yakni donatur, pengurus, dan umat.

"Ketiga unsur tersebut harus dibangun dalam hubungan yang harmonis dan saling mendukung. Donatur menjadi bagian penting dalam menopang keberlangsungan kegiatan masjid, pengurus bertanggung jawab terhadap tata kelola yang amanah dan profesional, sementara umat menjadi bagian utama yang harus mendapatkan manfaat dari keberadaan masjid", ujarnya.

Dengan sinergi ketiga unsur tersebut, masjid diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pembinaan umat yang kuat sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.

Kepengurusan yang baru diharapkan tidak sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi mampu menghadirkan program nyata yang menjadikan masjid semakin makmur, profesional, dan dekat dengan kebutuhan umat.

Terkait: