SAHABAT.NEWS.ID, TANA TORAJA — Menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tana Toraja menggelar Dzikir dan Doa bersama di Masjid Nurul Falah, Batupapan, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus refleksi sejarah panjang NU sejak berdiri pada 31 Januari 1926 hingga memasuki usia 100 tahun pada 31 Januari 2026.
Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, dzikir dan doa ini menegaskan komitmen NU dalam menjaga nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di tengah dinamika zaman.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, Wakapolres Tana Toraja dan Jajaran, Kasubag Tata Usaha Kemenag, para Kepala KUA Makale, Makale Selatan, dan Makale Utara, GP Ansor Toraya, serta badan otonom (Banom) dan jajaran pengurus PCNU se-Tana Toraja.
Kegiatan Dzikir ini dipimpin langsung oleh ketua MDS Majelis Rijalul Ansor Tana Toraja secara Khidmat yang diikuti oleh semua peserta yang hadir.
Dzikir dan doa dipimpin oleh H. Achmad Tiago, yang menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU bukan sekadar perayaan usia, melainkan panggilan untuk memperkuat peran NU sebagai penjaga nilai Islam moderat dan perekat persatuan bangsa.
“Dzikir dan doa ini adalah ikhtiar batin menyambut 100 tahun NU. Kita berharap NU semakin kokoh, semakin jaya, dan terus menjadi organisasi Islam yang menghadirkan kesejukan, kedamaian, serta rahmat bagi seluruh alam,” ungkapnya.
Momentum ini menjadi penegasan bahwa NU tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai pilar peradaban yang konsisten mengawal perjalanan Indonesia menuju masa depan yang bermartabat, adil, dan berkeadaban.
Dengan spirit satu abad, PCNU Tana Toraja meneguhkan tekad untuk terus berkhidmat kepada umat, bangsa, dan negara, sejalan dengan cita-cita luhur Nahdlatul Ulama: merawat tradisi, menjaga persatuan, dan membangun peradaban mulia.