Cari

Rupiah Kembali Terpuruk! Dolar AS Sentuh Rp18.116, Alarm bagi Perekonomian

SAHABATNEWS.ID, JAKARTA – Awal pekan dibuka dengan kabar yang kurang menggembirakan bagi pasar keuangan nasional, Senin 13 juli 2026.

Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat, memperlihatkan bahwa volatilitas di pasar valuta asing masih membayangi perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (13/7) pukul 09.15 WIB, rupiah melemah 51 poin atau 0,28 persen ke level Rp18.116 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan Jumat (10/7), rupiah sempat menguat dan ditutup di level Rp18.050 per dolar AS.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan yang sempat terjadi di akhir pekan lalu belum mampu bertahan menghadapi tekanan pasar pada awal perdagangan.

Melemahnya rupiah membuat biaya pembelian dolar AS meningkat, kondisi yang dapat memengaruhi pelaku usaha yang bergantung pada transaksi impor maupun kewajiban pembayaran dalam mata uang asing.

Pelaku pasar kini mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah, termasuk perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral utama, serta sentimen investor terhadap aset di negara berkembang.

Faktor-faktor tersebut kerap memengaruhi permintaan terhadap dolar AS dan nilai tukar mata uang lainnya.

Meski demikian, pergerakan nilai tukar bersifat dinamis dan dapat berubah sepanjang hari perdagangan. Investor dan pelaku usaha masih menunggu perkembangan data ekonomi serta respons pasar sebelum mengambil keputusan investasi maupun bisnis.

Dengan rupiah kembali berada di atas level Rp18.100 per dolar AS pada awal perdagangan, perhatian kini tertuju pada arah pergerakan selanjutnya dan faktor-faktor yang akan menentukan apakah tekanan ini bersifat sementara atau berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

Terkait: