SAHABATNEWS.ID, LUWU — Sebanyak 16 calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu menjalani tahapan penting seleksi berupa presentasi makalah dan tes wawancara di Lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu (23/9/2026).
Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Luwu periode 2026–2031, setelah sebelumnya para peserta mengikuti Computer Assisted Test (CAT) pada pekan lalu.
Presentasi makalah dan wawancara dilaksanakan dalam dua sesi. Dari 16 peserta yang mengikuti tahapan tersebut, nantinya akan ditetapkan 10 calon untuk melanjutkan proses seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.
Ke-16 peserta tersebut yakni Irhamdduin, S.P., M.Pd., Drs. H. Abd. Wahid, Rusdi, S.Ag., Hamka, S.Ag., Hasnawir, S.Pd.I., Roswati, S.Ag., Drs. H. Nursaluddin, Drs. Abdul Hafid, M.Si., Tasrum, S.Pd., MM., Drs. H. Armin, M.Sos.I., Drs. Pahruddin, M.Pd.I., Masdin Udu, Lc., M.H., Dra. Hj. Hafisah Saleng, Dra. Hj. Wahida, M.Pd., Adly Aqsha Darwis, S.Pd.I., M.A.P., dan Gustan, S.Ag.
Dalam sambutannya, Muh. Rudi menegaskan bahwa proses seleksi tidak sekadar mencari figur yang akan menduduki posisi pimpinan BAZNAS. Lebih dari itu, tahapan ini menjadi momentum untuk melihat secara lebih mendalam pemahaman, visi, gagasan, serta rekam jejak para calon.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim seleksi, khususnya Prof. H. Suparman yang selama ini turut memberikan pendampingan dan masukan dalam proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Luwu.
Muh. Rudi mengatakan, BAZNAS ke depan diharapkan mampu memainkan peran yang lebih besar dalam mengelola potensi zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung berbagai program sosial dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Luwu.
“Bapak Bupati berharap betul-betul BAZNAS ke depan adalah BAZNAS yang mampu mengelola seluruh zakat, infak, dan sedekah. Ini potensi kita untuk bisa kita salurkan dalam rangka mendukung program pengentasan kemiskinan dan sebagainya,” jelasnya.
Menurutnya, tantangan BAZNAS ke depan tidak berhenti pada bagaimana menghimpun dana umat, tetapi juga bagaimana memastikan dana tersebut dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran.
Tidak hanya pengelolaan internal, Pemerintah Kabupaten Luwu juga akan mendorong agar berbagai kegiatan BAZNAS dipublikasikan melalui kanal-kanal media digital yang telah disiapkan.
Langkah ini diharapkan mampu memperlihatkan kepada masyarakat bagaimana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dikelola serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tim Seleksi Diharapkan Tetap Mendampingi
Muh. Rudi juga berharap peran tim seleksi tidak berhenti setelah proses penetapan pimpinan BAZNAS periode 2026–2031.
Pendampingan tetap dinilai penting agar BAZNAS Kabupaten Luwu dapat terus berkembang, memperkuat tata kelola, dan belajar dari daerah lain yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan zakat.
Pada akhirnya, seluruh proses tersebut diharapkan bermuara pada satu hal: mengembalikan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS.
“Harapan saya hasilnya ini bisa betul-betul meningkatkan kembali kepercayaan dan menumbuhkan kembali rasa serta keinginan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran membayar sedekah, infak, dan zakat,” pungkas Muh. Rudi.
Kegiatan presentasi makalah dan tes wawancara tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan Kabupaten Luwu Ahyar Kasim, Kabag Kesra Syahruddin Gaffar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu H. Sukardi Yusuf, serta sejumlah undangan.
Dari 16 nama, 10 akan mengerucut. Namun, tantangan terbesar bagi BAZNAS Luwu bukan hanya memilih pimpinan, melainkan membangun tata kelola zakat yang semakin dipercaya, transparan, dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.