SAHABATNEWS.ID,JAKARTA — Pemerintah melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen penuh menghadirkan pelayanan mudik yang aman, nyaman, dan humanis.
Sebanyak 6.859 Posko Masjid Ramah Pemudik resmi disiagakan di berbagai jalur strategis arus mudik nasional dan akan dibuka 24 jam nonstop untuk melayani masyarakat, (4/3/26).
“Negara harus hadir memastikan umat dapat menjalankan ibadah sekaligus melakukan perjalanan mudik dengan aman dan manusiawi,” tegas Menag di Jakarta.
Langkah monumental ini menjadi wujud nyata transformasi masjid sebagai pusat pelayanan publik bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga rumah singgah penuh kepedulian bagi para pemudik.
Ribuan masjid yang tergabung dalam program ini telah dipersiapkan dengan fasilitas unggulan: Keamanan area ibadah dan parkir, toilet bersih dan air wudhu memadai, ruang istirahat nyaman, pengisian daya gawai, air minum dan makanan ringan, serta pusat informasi mudik.
Masjid hadir sebagai oase di tengah perjalanan panjang memberi ruang istirahat, ketenangan, dan kekuatan spiritual bagi jutaan pemudik.
Untuk memperkuat peran strategis masjid, Kementerian Agama meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026, sebuah gerakan nasional yang mendokumentasikan praktik pelayanan masjid yang inklusif dan humanis selama masa mudik dan arus balik.
Program ini digelar bersama Radio Elshinta, dengan: kick-off: H-8 Idul Fitri, pelaksanaan mulai 13–29 Maret 2026 (H-7 hingga H+7 Lebaran)
Masjid peserta diklasifikasikan dalam beberapa kategori strategis: masjid Transit Utama, masjid Buffer Kota, masjid Kota Provinsi/Kabupaten, masjid Ikonik Sejarah, masjid Area Berisiko (pelabuhan, perbatasan, jalur rawan kemacetan).
EMI 2026 menegaskan bahwa masjid Indonesia adalah simbol keramahan, ketangguhan sosial, dan solidaritas kebangsaan.
Menag juga menyoroti kesiapan menghadapi Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026. Jika Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026, takbiran tetap diperbolehkan dengan penyesuaian: tanpa pengeras suara, tanpa arak-arakan kendaraan, dan dengan penerangan minimal.
Jika Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026, kedua perayaan berjalan normal sesuai waktunya masing-masing.
Kebijakan ini menjadi contoh nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Momentum mudik 2026 menjadi panggung besar kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pengelola masjid, aparat keamanan, dan masyarakat bersatu memastikan perjalanan berlangsung tertib dan penuh keberkahan.
Dengan 6.859 masjid siaga 24 jam, Indonesia menunjukkan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang tetapi juga perjalanan spiritual yang dijaga bersama.